PMKRI Dari Masa ke Masa - PMKRI Cab. Sui
Raya
Tahun 1928
Meskipun secara
keorganisasian PMKRI belum ada namun secara personal para pendiri PMKRI saat
itu turut serta memberi spirit dalam ikrar kaum muda Indonesia yang lebih kita
kenal dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Hal ini bisa ditelusuri dengan
pendirian Katholieke Studenten Vereniging (KSV) St. Bellarminus Batavia di
Jakarta, 10 November 1928. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia
(PMKRI) pada awalnya merupakan hasil fusi Federasi Katholieke Studenten
Vereniging (KSV) dan Perserikatan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)
Yogyakarta. Federasi KSV yang ada saat itu meliputi KSV St. Bellarminus Batavia
(didirikan di Jakarta, 10 November 1928),
Tahun 1945
Saat-saat
menjelang dan setelah proklamasi 1945, embrio PMKRI telah bersemayam di dalam
sanubari para kader terbaik (pendiri) PMKRI saat itu. Kita tahu bahwa masa
Revolusi Fisik (post 1945) situasi negara sangat labil. Dengan tekad yang penuh
dan rasa cinta yang tinggi PMKRI akhirnya bisa berdiri melalui beberapa
rangkaian pertemuan Orang muda Katolik kala itu.
Tahun 1947
Tanggal 25 Mei
1947 bertepatan dengan hari Pantekosta, PMKRI lahir. Hal ini tidak bisa
dilepaskan dari jasa Mgr. Soegijapranata. Atas saran beliaulah tanggal itu
dipilih dan akhirnya disepakati para pendiri PMKRI, setelah sejak Desember 1946
proses penentuan tanggal kelahiran belum menemui hasil. KSV St. Thomas Aquinas
Bandung (didirikan di Bandung, 14 Desember 1947)
Tahun 1966
Tritura (Tri
Tuntutan Rakyat) merupakan catatan sejarah paling penting bagi Indonesia.
Tritura disusun di Margasiswa St Thomas Aquinas dan saat itu PMKRI menjadi
salah satu Ormas paling berpengaruh yang bahu membahu dengan Ormas Mahasiswa
lainnya (Cipayung) melaui KAMMI/KAPPI. Cosma Batubara,Harry Tjan Silalahi
adalah sebagian kecil nama yang mengIndonesia hingga saat ini.
Tahun 1974
Rezim orde baru
mulai menunjukan gelagat yang kurang baik dalam pembangunan demokrasi maka
PMKRI tak diam. Chris Siner Keytimu menjadi pelaku penting peristiwa ini,
beliau adalah Ketua Presidium PP PMKRI saat itu.
Tahun 1989
SDSB/Porkas
yang diprakarsai oleh OrBa menyulut kemarahan Mahasiswa. PMKRI menjadi bagian
dari aksi-aksi penolakan SDSB/PORKAS.
Tahun 1997
PMKRI
menyatakan diri keluar dari Komite Nasional Indonesia (KNPI) dengan alasan
bahwa KNPI tidak lagi akomodatif dan cenderung menyembah kekuasaan.
Tahun 1998
Soeharto yang
pada awalnya diusung mahasiswa setelah persitiwa Tritura (Tiga Tuntutan
Rakyat) akhirnya
diturunkan. PMKRI menjadi saksi sejarah penting tumbangnya Soeharto.
Tahun 2000
Konggres dan MPA Di Jakarta
dengan mengusung tema central “Transformasi Organisasi” bisa dikatakan
monumental bagi PMKRI secara Nasional maupun PMKRI Cabang Denpasar. Secara
radix PMKRI berhasil merumuskan Visi,Misi dan Posisinya secara lebih baru dan
kontekstual. Ini menjadi titik permulaan bagi PMKRI dalam abad Milenium. Robert
Junaedi Edison Nalenan, anggota biasa PMKRI Cabang Denpasar yang juga adalah
Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar (1996-1997) terpilih sebagai
Mandataris MPA Jakarta.
Tahun 2001
Tahun 2001
PMKRI
Cabang Mempawah beralih menjadi PMKRI Cabang Sungai Raya dengan ketua Presidium
Pertama Stefanus Teddy.
Tahun 2002-2003
PMKRI bersama
tujuh (7) Ormas Mahasiswa Indonesia lainnya antara lain : PMII,
KMHDI,GMNI,IMM,HIKMABUDHI, GMKI dan HMI menyelenggarakan ISA
(Indonesian Student Assestment) dengan topik Reiventing Indonesia di Sanur
Bali. Sebuah kebanggaan sebab PMKRI ditunjuk sebagai Ketua Panitia Cq Robert JE
Nalenan. Ini merupakan pertemuan bersejarah terbesar sejak 1966 bahkan
melampuinya sebab delegasi yang datang dan hadir saat itu merupakan Ormas mahasiswa
terbesar di Indonesia ditambah delegasi dari BEM/BEMI Seluruh Indonesia.
Tahun 2006
PMKRI mengalami
masa-masa sulitnya. Beban kesejarahan PMKRI diuji dalam Kongres dan MPA di
Papua hingga saat ini.
Tahun 2008
Pasca dead lock Jayapura, cabang Sungai Raya terkena
imbas perpecahan secara tidak langsung. Internal cabang sibuk membahas kondisi
perhimpunan dalam dualisme kepemimpinan dimana masing-masing kubu mengklaim
sebagai Pengurus Pusat PMKRI. Kekisruhan ini membuat cabang lupa akan tujuan
besar organisasi melalui proses kaderisasi dan regenerasi. Dari 2005–2007,
cabang tidak melakukan proses MPAB. MPAB mulai diadakan kembali pada tahun 2008
setelah menyadari bahwa memfokuskan perhatian pada pembahasan mengenai konflik
yang terjadi di tubuh perhimpunan semata ternyata sangat tidak menguntungkan
kondisi cabang. Pada saat itu, anggota-anggota cabang sudah hampir
menyelesaikan studi, sehingga jika dibiarkan terus cabang tidak dapat
beraktivitas lagi jika telah ditinggalkan oleh anggota-anggota terdahulu.
Kesadaran mengenai hal inilah yang membawa perubahan menuju harapan membangun
perhimpunan.
Bangkit dari hibernasi, tahun 2008 cabaang mulai mencoba
bangkit dengan MPAB sebanyak 22 orang. Dalam keterbatasan dan dengan
persetujuan para anggota penyatu dan dewan pertimbangan, anggota yang telah
lulus MPAB dan MABIM pada tahun 2008 diserahkan mandat RUAC pada
Tahun 2009
Terpilihnya Ketua Presidium PMKRI
Cab. Sui Raya Laurianus Ari Susanto, Begitu banyak dilema dan juga suksesi yang
dihadapi semenjak Kepemimpinan Beliau bersama Rupianus Kehi Sebagai Sekretaris
Jendral (Sekjen). dengan kondisi belum mengikuti LKK,
dengan suatu perjanjian bahwa pengurus ditingkat presidium, minimal ketua dan
sekjen, sudah harus mengikuti LKK sebelum masa kepengurusan berakhir. Hal ini
tercapai dengan mengikuti LKK di cabang Siantar-Simalungun yang mengutus
sebanyak 5 kader, yaitu Sekjen, Presidium Pendidikan dan sisanya Anggota Biasa.
Cabang juga mengutus 2 orang, yaitu Kapres dan Anggota Biasa, untuk mengikuti
LKK di cabang Surabaya.
Tahun 2010 dan 2011.
Sepulangnya dari LKK, semangat cabang yang mulai kembali
bergelora menghantar terlaksananya MPAB di Sistem perekrutan melalui “jemput
bola”, yaitu dengan memilih kader-kader yang telah berproses minimal 2 tahun
dari berbagai kampus.
PMKRI
Cab.Sui Raya merasakan dimana Cab. Sungai Raya sebagai Cabang muda sudah
memiliki pondasi yang cukup kuat untuk berdiri sendiri dengan Margasiswa di Jl.Purnama Komplek. Purnama Agung 4 No... Pontianak, serta mendapatkan tumpangan tempat berkumpul di
Biara Dominikan Komplek Palapa 3C No. 02. Sebelum masa jabatan-Nya berakhir ia
juga Sempat mengirim Kader PMKRI sebanyak 6 Orang melakukan Studi banding di
Filipina bersama Rm. Johanes Robini Marianto,OP.
Tahun
2012
Bahwa dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dari pihak mana pun
melaksanakan prosesi serah terima jabatan pengurus Dewan Pimpinan Cabang
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Sungai Raya pada
tanggal 3 Juni tahun 2012 di ruang serbaguna Margasiswa Perhimpunan Mahasiswa
Katolik Republik Indonesia Cabang Sungai Raya dengan terpilihnya Saudari Cornelia Yasinta sebagai Ketua
Presidium dan Hermanus Senyan sebagai Sekretaris Jendral.
Begitu banyak program yang di jalankan
bersama Pastor Moderator Mahasiswa Rm. Johanes Robini, OP dengan PMKRI Cab.
Sungai Raya Sebagai Motor Penggerak dari semua program raya kemahasiswaan
diantaranya PKMK (Pentas Kreasi Mahasiswa Katolik) yang di Laksanakan pada
tahun 2012 bertempat di GOR Pangsuma Pontianak, kegiatan ini diikutsertakan
kepada seluruh mahasiswa yang ada di Pontianak.
Tidak lama kemudian dikarenakan Ketua
Presidium Cornelia Yasinta akan melanjutkan Studi S2 maka beliau meminta
melakukan RUAI (Rapat Umum Anggota Istimewa) untuk pergantian kepengurusan
Beliau dengan digantikan oleh Saudara Vaulinus Lanan Sebagai Ketua Presidium
Terpilih dan diangkat Kembali Saudara Hermanus Senyan Sebagai Sekretaris Jendral.
Semasa Jabatan Vaulinus Lanan
Pergerakan Perhimpunan terus hidup dan menggelora dengan berjalannya
pengkaderan dan Prokja Lanjutan.
Tahun
2013-2014
Terpilihnya
Saudara Selpanus Usel dan Dana Oktavian Sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral).
Silahkan Untuk Teman-Teman Melanjutkan “Pro Exlesia Et Patria”
Silahkan Untuk Teman-Teman Melanjutkan “Pro Exlesia Et Patria”
Pontianak, 5 Januari 2013
Penulis,
Gebhardus
Triode