Senin, 20 Januari 2014

PMKRI Dari Masa ke Masa - PMKRI Cab. Sui Raya


Tahun 1928
Meskipun secara keorganisasian PMKRI belum ada namun secara personal para pendiri PMKRI saat itu turut serta memberi spirit dalam ikrar kaum muda Indonesia yang lebih kita kenal dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Hal ini bisa ditelusuri dengan pendirian Katholieke Studenten Vereniging (KSV) St. Bellarminus Batavia di Jakarta, 10 November 1928. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada awalnya merupakan hasil fusi Federasi Katholieke Studenten Vereniging (KSV) dan Perserikatan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Yogyakarta. Federasi KSV yang ada saat itu meliputi KSV St. Bellarminus Batavia (didirikan di Jakarta, 10 November 1928),
Tahun 1945
Saat-saat menjelang dan setelah proklamasi 1945, embrio PMKRI telah bersemayam di dalam sanubari para kader terbaik (pendiri) PMKRI saat itu. Kita tahu bahwa masa Revolusi Fisik (post 1945) situasi negara sangat labil. Dengan tekad yang penuh dan rasa cinta yang tinggi PMKRI akhirnya bisa berdiri melalui beberapa rangkaian pertemuan Orang muda Katolik kala itu.
Tahun 1947
Tanggal 25 Mei 1947 bertepatan dengan hari Pantekosta, PMKRI lahir. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari jasa Mgr. Soegijapranata. Atas saran beliaulah tanggal itu dipilih dan akhirnya disepakati para pendiri PMKRI, setelah sejak Desember 1946 proses penentuan tanggal kelahiran belum menemui hasil. KSV St. Thomas Aquinas Bandung (didirikan di Bandung, 14 Desember 1947)
Tahun 1966
Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) merupakan catatan sejarah paling penting bagi Indonesia. Tritura disusun di Margasiswa St Thomas Aquinas dan saat itu PMKRI menjadi salah satu Ormas paling berpengaruh yang bahu membahu dengan Ormas Mahasiswa lainnya (Cipayung) melaui KAMMI/KAPPI. Cosma Batubara,Harry Tjan Silalahi adalah sebagian kecil nama yang mengIndonesia hingga saat ini.
Tahun 1974
Rezim orde baru mulai menunjukan gelagat yang kurang baik dalam pembangunan demokrasi maka PMKRI tak diam. Chris Siner Keytimu menjadi pelaku penting peristiwa ini, beliau adalah Ketua Presidium PP PMKRI saat itu.
Tahun 1989
SDSB/Porkas yang diprakarsai oleh OrBa menyulut kemarahan Mahasiswa. PMKRI menjadi bagian dari aksi-aksi penolakan SDSB/PORKAS.
Tahun 1997
PMKRI menyatakan diri keluar dari Komite Nasional Indonesia (KNPI) dengan alasan bahwa KNPI tidak lagi akomodatif dan cenderung menyembah kekuasaan.
Tahun 1998
Soeharto yang pada awalnya diusung mahasiswa setelah persitiwa Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) akhirnya diturunkan. PMKRI menjadi saksi sejarah penting tumbangnya Soeharto.
Tahun 2000
Konggres dan MPA Di Jakarta dengan mengusung tema central “Transformasi Organisasi” bisa dikatakan monumental bagi PMKRI secara Nasional maupun PMKRI Cabang Denpasar. Secara radix PMKRI berhasil merumuskan Visi,Misi dan Posisinya secara lebih baru dan kontekstual. Ini menjadi titik permulaan bagi PMKRI dalam abad Milenium. Robert Junaedi Edison Nalenan, anggota biasa PMKRI Cabang Denpasar yang juga adalah Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar (1996-1997) terpilih sebagai Mandataris MPA Jakarta.
Tahun 2001
PMKRI Cabang Mempawah beralih menjadi PMKRI Cabang Sungai Raya dengan ketua Presidium Pertama Stefanus Teddy.
Tahun 2002-2003
PMKRI bersama tujuh (7) Ormas Mahasiswa Indonesia lainnya antara lain : PMII, KMHDI,GMNI,IMM,HIKMABUDHI, GMKI dan HMI menyelenggarakan ISA (Indonesian Student Assestment) dengan topik Reiventing Indonesia di Sanur Bali. Sebuah kebanggaan sebab PMKRI ditunjuk sebagai Ketua Panitia Cq Robert JE Nalenan. Ini merupakan pertemuan bersejarah terbesar sejak 1966 bahkan melampuinya sebab delegasi yang datang dan hadir saat itu merupakan Ormas mahasiswa terbesar di Indonesia ditambah delegasi dari BEM/BEMI Seluruh Indonesia.
Tahun 2006
PMKRI mengalami masa-masa sulitnya. Beban kesejarahan PMKRI diuji dalam Kongres dan MPA di Papua hingga saat ini. 
Tahun 2008
Pasca dead lock Jayapura, cabang Sungai Raya terkena imbas perpecahan secara tidak langsung. Internal cabang sibuk membahas kondisi perhimpunan dalam dualisme kepemimpinan dimana masing-masing kubu mengklaim sebagai Pengurus Pusat PMKRI. Kekisruhan ini membuat cabang lupa akan tujuan besar organisasi melalui proses kaderisasi dan regenerasi. Dari 2005–2007, cabang tidak melakukan proses MPAB. MPAB mulai diadakan kembali pada tahun 2008 setelah menyadari bahwa memfokuskan perhatian pada pembahasan mengenai konflik yang terjadi di tubuh perhimpunan semata ternyata sangat tidak menguntungkan kondisi cabang. Pada saat itu, anggota-anggota cabang sudah hampir menyelesaikan studi, sehingga jika dibiarkan terus cabang tidak dapat beraktivitas lagi jika telah ditinggalkan oleh anggota-anggota terdahulu. Kesadaran mengenai hal inilah yang membawa perubahan menuju harapan membangun perhimpunan.
Bangkit dari hibernasi, tahun 2008 cabaang mulai mencoba bangkit dengan MPAB sebanyak 22 orang. Dalam keterbatasan dan dengan persetujuan para anggota penyatu dan dewan pertimbangan, anggota yang telah lulus MPAB dan MABIM pada tahun 2008 diserahkan mandat RUAC pada
Tahun 2009
 Terpilihnya Ketua Presidium PMKRI Cab. Sui Raya Laurianus Ari Susanto, Begitu banyak dilema dan juga suksesi yang dihadapi semenjak Kepemimpinan Beliau bersama Rupianus Kehi Sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen). dengan kondisi belum mengikuti LKK, dengan suatu perjanjian bahwa pengurus ditingkat presidium, minimal ketua dan sekjen, sudah harus mengikuti LKK sebelum masa kepengurusan berakhir. Hal ini tercapai dengan mengikuti LKK di cabang Siantar-Simalungun yang mengutus sebanyak 5 kader, yaitu Sekjen, Presidium Pendidikan dan sisanya Anggota Biasa. Cabang juga mengutus 2 orang, yaitu Kapres dan Anggota Biasa, untuk mengikuti LKK di cabang Surabaya. 
Tahun 2010 dan 2011.
Sepulangnya dari LKK, semangat cabang yang mulai kembali bergelora menghantar terlaksananya MPAB di Sistem perekrutan melalui “jemput bola”, yaitu dengan memilih kader-kader yang telah berproses minimal 2 tahun dari berbagai kampus.
PMKRI Cab.Sui Raya merasakan dimana Cab. Sungai Raya sebagai Cabang muda sudah memiliki pondasi yang cukup kuat untuk berdiri sendiri dengan Margasiswa di Jl.Purnama Komplek. Purnama Agung 4 No... Pontianak, serta mendapatkan tumpangan tempat berkumpul di Biara Dominikan Komplek Palapa 3C No. 02. Sebelum masa jabatan-Nya berakhir ia juga Sempat mengirim Kader PMKRI sebanyak 6 Orang melakukan Studi banding di Filipina bersama Rm. Johanes Robini Marianto,OP.
Tahun 2012
Bahwa dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dari pihak mana pun melaksanakan prosesi serah terima jabatan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Sungai Raya pada tanggal 3 Juni tahun 2012 di ruang serbaguna Margasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Sungai Raya dengan terpilihnya Saudari Cornelia Yasinta sebagai Ketua Presidium dan Hermanus Senyan sebagai Sekretaris Jendral.
Begitu banyak program yang di jalankan bersama Pastor Moderator Mahasiswa Rm. Johanes Robini, OP dengan PMKRI Cab. Sungai Raya Sebagai Motor Penggerak dari semua program raya kemahasiswaan diantaranya PKMK (Pentas Kreasi Mahasiswa Katolik) yang di Laksanakan pada tahun 2012 bertempat di GOR Pangsuma Pontianak, kegiatan ini diikutsertakan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Pontianak.
Tidak lama kemudian dikarenakan Ketua Presidium Cornelia Yasinta akan melanjutkan Studi S2 maka beliau meminta melakukan RUAI (Rapat Umum Anggota Istimewa) untuk pergantian kepengurusan Beliau dengan digantikan oleh Saudara Vaulinus Lanan Sebagai Ketua Presidium Terpilih dan diangkat Kembali Saudara Hermanus Senyan Sebagai Sekretaris Jendral.
Semasa Jabatan Vaulinus Lanan Pergerakan Perhimpunan terus hidup dan menggelora dengan berjalannya pengkaderan dan Prokja Lanjutan.
Tahun 2013-2014
Terpilihnya Saudara Selpanus Usel dan Dana Oktavian Sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral).
Silahkan Untuk Teman-Teman Melanjutkan “Pro Exlesia Et Patria”







                                                                                                Pontianak, 5 Januari 2013
Penulis,



Gebhardus Triode

Tidak ada komentar:

Posting Komentar